Selasa, 20 Maret 2012

MEMBUAT AKTA KELAHIRAN

Alhamdulillah anakku yang kedua sudah lahir tanggal 9-3-2012, selanjutnya adalah mengurus akta kelahirannya…..setelah sempet bingung gmn cara urus akta kelahiran akhirnya coba aja deh ngurus sendiri.
Dokumen yang harus disiapkan adalah
1. Fotocopi KTP suami+Istri
2. Fotokopi Kartu Keluarga
3. Surat Keterangan Kelahiran dari Bidan
4. Fotokopi Surat Nikah
5. Surat Pengantar RT, RW, Kelurahan

Yang pertama harus dilakukan adalah meminta surat pengantar dari RT dan RW  biaya sukarela, setelah itu baru bawa semua berkas diatas ke kelurahan untuk melaporkan kelahiran anak. Biaya dikelurahan menurut tarif resmi Rp 5000. Dikelurahan akan dibuatkan bukti lapor kelahiran dan semua berkas akan dilegalisir.
Selanjutnya bawa semua berkas yang dari kelurahan tersebut ke kantor Sudin Kependudukan & Catatan Sipil, Kemaren mengurus di Kantor Walikota Jakarta Timur Lantai 14,mengenai biaya jika membuat akta <60 hari kelahiran anak itu GRATIS, tapi saya sarankan membawa juga Saksi sendiri 2 orang karena kemaren saya disuruh membayar Rp 30.000 katanya buat biaya saksi…..entah itu peraturan darimana?????? bukannya surat keterangan dari bidan itu juga sudah cukup dianggap sebagai saksi!. Akhirnya selesai juga, akta kelahiran jadinya 3 bulan kemudian, ternyata tidak serepot yang dibayangkan memang hanya perlu meluangkan sedikit waktu, kalau kita serius pun dalam satu hari semua bisa diselesaikan

AKTA KELAHIRAN yang diterbitkan oleh Kantor Catatan Sipil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) ada 4 (empat) macam, yaitu  :
AKTA KELAHIRAN UMUM adalah Akta kelahiran yang diperoleh sebelum lewat batas waktu pelaporan peristiwa kelahiran. Batas waktu pelaporan ialah 60 (enampuluh) hari kerja sejak peristiwa kelahiran, kecuali untuk Warga Negara Asing adalah 10 (sepuluh) hari kerja sejak peristiwa kelahiran.
AKTA KELAHIRAN ISTIMEWA MASSAL adalah Akta Kelahiran yang diperoleh setelah melewati batas waktu pelaporan peristiwa kelahiran.  (Di Kabupaten Bandung, penerbitan Akta Kelahiran Istimewa Massal, berdasarkan kepada :   - Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 474.1-785 tentang   Penerbitan Akta Kelahiran bagi yang Terlambat Pencatatannya.  - Keputusan Bupati Bandung Nomor 4 Tahun 1980, tentang Penerbitan Akta Kelahiran yang Terlambat Pencatatannya).   Akta Kelahiran Istimewa Massal ini ditujukan kepada penduduk Indonesia Asli yang terkena ketentuan Staatsblad Tahun 1920 Nomor 751 Jo. Staatsblad Tahun 1927 Nomor 564 tentang Pencatatan Sipil bagi orang Indonesia dan Staatsblad Tahun 1933 Nomor 74 Jo. Staatsblad Tahun 1936 Nomor 607 tentang Pencatatan Sipil bagi orang Kristen dan Bangsa Indonesia Asli (Bumiputra) di Pulau Jawa dan Madura, Menado, Minahasa, Saparua dan Maluku.
AKTA KELAHIRAN ISTIMEWA adalah Akta yang diterbitkan khusus bagi orang-orang yang sejak dulunya sudah diwajibkan membuat Akta-Akta Catatan Sipil, yang pada saat ini terlambat pencatatannya (sudah melewati batas waktu yang ditentukan), yaitu bagi Warga Negara Indonesia keturunan Asing (Kecuali keturunan India dan Arab) dan Warga Negara Asing.  Cara penerbitan Akta Kelahirannya harus melalui sidang Pengadilan Negeri.  Berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri tersebut maka diterbitkanlah Akta Kelahiran Istimewa oleh kantor Catatan Sipil.
AKTA KELAHIRAN TAMBAHAN adalah Akta Kelahiran yang diperoleh melalui dispensasi dari Menteri Dalam Negeri. Yang dimaksudkan dispensasi ini ialah penyelesaian Akta Kelahiran yang terlambat bagi Orang-Orang Indonesia Asli yang lahir dan belum memiliki Akta Kelahiran sampai batas waktu 31 Desember 1985.
Kegunaan dari Akta Kelahiran secara pasti menentukan status yang namanya tercantum dalam Akta tersebut, bahwa dia anak yang syah dari orang tua yang nama-namanya tercantum pula dalam Akta tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar